Hatiku rasanya meluap tak menentu,
mungkin karena bahagia bercampur haru. Hari ini kusaksikan kebahagiaan kakak
tercinta mengawali hari barunya sebagai seorang istri. Meski tak terkatakan,
aku yakin perasaan bahagia muncul pada diri semua orang hari ini.
Saat perayaan cinta memang begitu
indah. Dua insan yang dahulu sepi kini menemukan teman berbagi, tak terkecuali
kakakku. Kini tidak akan ada lagi pertanyaan ‘kapan menikah?’, atau berondongan
perjodohan-perjodohan tak jelas yang dilayangkan, juga tak ada lagi ‘galau’ di
penghujung hari karena umur yang menua dan
jodoh yang tak kunjung tiba. Kini
semuanya melebur dalam bingkai pernikahan. Didepan hanya ada optimisme
akan kebahagiaan yang tentunya tak akan
lagi dipikirkan sendiri. Hmmm… aku bergumam dalam hati, mungkinkah seperti
kakakku? Menikah dengan orang yang dicintai? Mungkinkah impian setiap wanita
itu juga akan menjadi takdirku? Ah…lagi-lagi waktulah yang akan menjawabnya.
